Techno-Economic and Environmental Feasibility Analysis of a 201 kWp On-Grid Photovoltaic System at PT Cakra Guna Cipta

Analisis Kelayakan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada PT.Cakra Guna Cipta

Authors

  • ahmad anig UNIVERSITAS MERDEKA MALANG
  • Aries Boedi Setiawan
  • Resi Dwi Jayanti Kartika Sari

DOI:

https://doi.org/10.21070/jeeeu.v10i2.1753

Keywords:

On-grid photovoltaic system, PVsyst, ETAP, investment feasibility, renewable energy

Abstract

Permintaan energi listrik yang meningkat di sektor industri membutuhkan pemanfaatan sumber energi yang andal, ekonomis, dan ramah lingkungan. Studi ini mengevaluasi kelayakan teknis, finansial, dan lingkungan dari sistem fotovoltaik (PV) terhubung jaringan 201 kWp di Gedung Sigaret Kretek Mesin (SKM) milik PT Cakra Guna Cipta. Analisis teknis mencakup penilaian beban, desain sistem PV, dan simulasi produksi energi menggunakan PVsyst, serta analisis aliran beban dan hubung pendek menggunakan ETAP. Kelayakan finansial dievaluasi menggunakan Nilai Kini Bersih (NPV), Rasio Biaya Manfaat (BCR), Indeks Profitabilitas (PI), Periode Pengembalian (PP), dan Biaya Energi (COE). Sistem yang diusulkan terdiri dari 600 modul JA Solar 335 Wp dan dua inverter Huawei SUN2000-100KTL-M1 yang masing-masing berkapasitas 100 kW. Simulasi PVsyst menunjukkan produksi energi tahunan sebesar 353,01 MWh, Rasio Kinerja 89,23%, dan fraksi surya sebesar 42,88%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem PV dapat memasok sekitar 42,88% dari permintaan listrik tahunan gedung dalam profil beban simulasi. Hasil ETAP menunjukkan bahwa interkoneksi PV hanya sedikit mengubah karakteristik tegangan dan hubung pendek serta tetap dalam batas operasi yang dibahas dalam studi. Analisis keuangan didasarkan pada investasi awal sebesar IDR 1.802.915.325, biaya operasi dan pemeliharaan tahunan sebesar IDR 18.029.153, tarif listrik sebesar IDR 1.114,74/kWh, tingkat diskonto sebesar 5,75%, dan masa hidup proyek selama 25 tahun. NPV yang dihasilkan sekitar IDR 3,11 miliar, dengan BCR dan PI sebesar 2,73 dan Periode Pengembalian Modal sederhana selama 4,80 tahun. Penilaian lingkungan memperkirakan pengurangan emisi karbon tahun pertama sebesar 259,11 ton CO₂. Hasilnya menunjukkan potensi teknis, finansial, dan lingkungan dari sistem PV yang diusulkan untuk mengurangi konsumsi listrik jaringan di Gedung SKM.

References

[1] P. N. Islami, “ANALISIS PERMINTAAN ENERGI DI INDONESIA,” 2025, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.

[2] A. S. Pramudiyanto and S. W. A. Suedy, “Energi bersih dan ramah lingkungan dari biomassa untuk mengurangi efek gas rumah kaca dan perubahan iklim yang ekstrim,” J. Energi Baru Dan Terbarukan, vol. 1, no. 3, pp. 86–99, 2020.

[3] F. Pijoh, B. D. P. Kusuma, and L. P. Purba, “Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Energi Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan,” Ind. Syst. Eng. Journals, vol. 2, no. 2, pp. 201–207, 2024.

[4] N. N. Dheti Puspita, “ENERGI BERSIH TERJANGKAU DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs),” JURNALSOSIAL DAN SAINS, vol. 3, pp. 271–280, 2024.

[5] E. A. Karuniawan et al., “Analisis Potensi Daya Listrik PLTS Atap di Gedung Direktorat Politeknik Negeri Semarang dengan Perangkat Lunak PVsyst,” J. Energy Electr. Eng., vol. 75, no. 2, pp. 1–6, 2023.

[6] A. Kushwah, S. Raj, N. Patel, and A. Gaurav, “Analysis of a 5 . 0 kWp solar rooftop system : Techno-economic , design , and simulation using pvsyst,” vol. 12, no. 1, pp. 303–322, 2026, doi: 10.14744/thermal.0001079.

[7] C.-D. Dumitru, A. Gligor, S. Dzitac, I. Vlasa, and A. Simo, “Solar Photovoltaic Systems Challenges in Industrial Network Installations,” in 2024 IEEE International Conference And Exposition On Electric And Power Engineering (EPEi), 2024, pp. 701–705. doi: 10.1109/EPEi63510.2024.10758087.

[8] A. P. Galevien, M. K. Ridwan, A. Noor, and I. Wardana, “Assessing the Viability of Rooftop Solar PV in Energy-Intensive Industries : A Techno-Economic and Safety Framework for the Indonesian FMCG Sector,” no. 79, pp. 1–20, 2025.

[9] N. Nugroho, K. H. Khwee, and Yandri, “Studi Teknis Pembangkit Listrik Tenaga Surya,” p. 11, 2020.

[10] S. Esteban, J. Carlos, and J. Parra-domínguez, “Heliyon Demand charges reduction with photovoltaics in industry Ord o Time of Use Time of Return on Investment,” vol. 10, no. December 2023, 2024, doi: 10.1016/j.heliyon.2023.e23404.

[11] S. Muslim, K. Khotimah, and A. N. Azhiimah, “Penentuan kapasitas sistem fotovoltaik (PV) untuk bangunan industri sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan luas atap yang tersedia dan potensi produksi energi surya, tetapi juga kebutuhan listrik bangunan, profil beban, konfigurasi inverter, serta kontrib,” Rang Tek. J., vol. 3, no. 1, 2020.

[12] H. Gusmedi, A. Saudi, and D. Despa, “Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri Analisis Kinerja Teknis dan Potensi Energi Sistem Fotovoltaik Atap Berdasarkan Luas Atap Fakultas Teknik Universitas Lampung,” vol. 8, 2025.

[13] A. A. B. G. Kaler, “Analisis Teknis Dan Ekonomis Perencanaan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Sistem On-Grid di Gedung Pusat Politeknik Negeri Bali,” 2025, Politeknik Negeri Bali.

[14] M. F. Hiswandi, F. Iswahyudi, and W. M. Soeroto, “Analisis Kelayakan Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap Dengan Sistem on-Grid Di Pabrik Minuman Siap Saji,” Sebatik, vol. 27, no. 1, pp. 22–29, 2023, doi: 10.46984/sebatik.v27i1.2246.

[15] A. A. Nugroho, “Analisis Teknis dan Evaluasi Ekonomi PLTS Atap 1 , 75 MWp Menggunakan Metode Levelized Cost of Energy ( LCOE ) pada PT Polytama Propindo ( IRENA ) melaporkan bahwa levelized cost of electricity ( LCOE ) global untuk pembangkit Renewable Energy Agency , 2025 ). Meskipun demikian , penerapan PLTS Atap pada sistem,” vol. 6, no. 9, pp. 2897–2914, 2026.

Downloads

Published

2026-09-24

Issue

Section

Electrical Engineering

Categories