<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/archiving/1.1/JATS-archivearticle1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/ali.xsd">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>EFEKTIVITAS PELAKSANAAN BIMBINGAN PERKAWINAN DALAM MENEKAN TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI MASA PANDEMI COVID-19</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <given-names>farida</given-names>
          </name>
          <email>faridaisroani1989@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>universitas nahdlatul ulama sunan giri bojonegoro</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-12-06">
          <day>06</day>
          <month>12</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <p><italic>Protection Relay Coordination Studies (Over Current Relays and Ground Fault Relays) On </italic><italic>The</italic><italic> Power Plant Electrical System, PT. </italic><italic>Rekind</italic><italic> Daya </italic><italic>Mamuju</italic><italic> By Using The ETAP 12.6 Program</italic></p>
    <p>Studi Koordinasi Rele Pengaman (Over Current Relay dan Ground Fault Relay) Pada Sistem Kelistrikan PLTU, PT. Rekind Daya Mamuju Dengan Menggunakan Program ETAP 12.6</p>
    <p><bold>Firdaus</bold><bold><sup>1</sup></bold><bold>, Fatma S.</bold><bold><sup>2</sup></bold><bold>, </bold><bold>Syarifuddin</bold><bold> Kasim</bold><bold><sup>3</sup></bold><bold>, Andi Imran</bold><bold><sup>4</sup></bold> </p>
    <p>
      <italic>
        <sup>1</sup>
      </italic>
      <italic>
        <sup>,</sup>
      </italic>
      <italic>
        <sup>2</sup>
      </italic>
      <italic>
        <sup>,</sup>
      </italic>
      <italic>
        <sup>3</sup>
      </italic>
      <italic>
        <sup>,</sup>
      </italic>
      <italic>
        <sup>4)</sup>
      </italic>
      <italic>Department</italic>
      <italic> of Electrical Engineering Education, State University of Makassar, Indonesia</italic>
    </p>
    <p><sup>1)</sup><ext-link>dauselektro@unm.ac.id</ext-link>  </p>
    <p><sup>2)</sup><ext-link>fatmaelektro@gmail.com</ext-link> </p>
    <p><sup> 3)</sup><ext-link>syarifk@gmail.com</ext-link> </p>
    <p>
      <sup>4)</sup>
      <ext-link>andi_imran@unm.ac.id</ext-link>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Abstract—</italic>
      </bold>
      <italic>This research is an ex-post facto descriptive study, which aims to determine: a) the results of the safety relay coordination settings (OCR and GFR) and b) the working sequence and operating time of the safety relay when a disturbance occurs in the electrical system of PT. </italic>
      <italic>Rekind</italic>
      <italic> Daya </italic>
      <italic>Mamuju</italic>
      <italic>. Electrical system data obtained in the form of Single Line Diagram of PLTU </italic>
      <italic>Mamuju</italic>
      <italic> 2x25 MW, protection equipment data, and safety relay coordination data which are then processed and analyzed using the ETAP 12.6 program. The results showed that on the OCR inverse time curve the secondary side of the 0.4 kV transformer is set with a pickup current of 0.45 s, the primary side relay of the transformer is 6.3 kV 0.25 s and the relay is connected between unit I and unit II. 0.84 s. The GFR setting value for the definite time curve for the secondary side of the pickup current is 0.4 s, and the relay on the primary side is 0.2 s. The working time interval of the relay to break the disturbance is 0.3 s. Coordination of safety relays for PLTU </italic>
      <italic>Mamuju</italic>
      <italic> unit I and Unit II has worked well, with no overlapping or miss-coordination curve plot values. The sequence of work and the time of operation of the relay when a disturbance occurs is in the order of the simulation results with the coordinated setting values.</italic>
    </p>
    <p>
      <bold>
        <italic>Keywords: </italic>
      </bold>
      <italic>Coordination; OCR; GFR; ETAP Program 12.6.</italic>
    </p>
    <p><bold><italic>Abstrak</italic></bold><bold>— </bold>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat <italic>ex-post facto</italic>, yang bertujuan untuk mengetahui: a) hasil <italic>setting</italic> koordinasi rele pengaman (OCR dan GFR) dan b) urutan kerja dan waktu operasi rele pengaman saat terjadi gangguan pada sistem kelistrikan PT. Rekind Daya Mamuju. Data sistem kelistrikan yang diperoleh berupa <italic>Single Line Diagram</italic> PLTU Mamuju 2x25 MW, data peralatan proteksi, dan data koordinasi rele pengaman yang kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program ETAP 12.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kurva <italic>invers time</italic> OCR sisi sekunder transformator0,4 kV di-<italic>setting</italic> dengan arus <italic>pickup</italic> sebesar 0,45 s, <italic>relay</italic> sisi primer transformator6,3 kV 0,25 s dan <italic>relay</italic> yang terhubung antara unit I dan unit II 0,84 s. Nilai  <italic>seting</italic> GFR untuk kurva <italic>definite time</italic> sisi sekunder arus <italic>pickup</italic> 0,4 s, dan <italic>relay</italic> sisi primer 0,2 s. Interval waktu kerja rele untuk memutus gangguan sebesar 0,3 s. Koordinasi rele pengaman PLTU Mamuju unit I dan Unit II sudah bekerja dengan baik dengan nilai hasil plot kurva tidak ada yang <italic>overlapping </italic>ataupun <italic>miss-coordination</italic> satu sama lain. Urutan kerja dan waktu operasi <italic>relay</italic> saat terjadi gangguan sudah sesuai urutan dari hasil simuasi dengan nilai <italic>setting</italic> yang telah dikoordinasikan.</p>
    <p><bold>Kata </bold><bold>Kunci</bold><bold> :</bold> Koordinasi; OCR; GFR; Program ETAP 12.6.</p>
    <p>Sistem proteksi merupakan salah satu bagian paling penting sebagai pengaman dalam sistem tenaga listrik. Oleh sebab itu diperlukan koordinasi sistem proteksi yang baik dan tepat agar sistem kelistrikan di PLTU, PT. RDM terkondisi dengan aman dan proses produksi tidak terganggu. Tanpa adanya rele pengaman sistem tenaga listrik tidak akan dapat mendistribusikan kepada beban-beban dengan tingkat kualitas yang tinggi. Ketika terjadi gangguan maka rele pengaman harus mengisolir arus gangguan agar tidak terjadi kerusakan pada peralatan, serta dapat menjaga kontinuitas pelayanan listrik, diperlukan <italic>relay</italic> yang terkoordinasi secara keseluruhan mulai dari generator sampai trasformator distribusi (Noor, 2017).</p>
    <p>Keandalan suatu sistem kelistrikan merupakan sesuatu hal yang menjadi prioritas utama. Untuk itu meningkatkan performa sistem proteksi perlu dilakukan analisis tehadap <italic>setting</italic> dan koordinasi rele pengaman arus lebih. Analisis ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan dan simulasi, dari hasil simulasi menghasilkan kurva karakteristik koordinasi rele pengaman. <italic>Setting</italic> dan koordinasi rele yang baik akan dapat mencegah atau membatasi kerusakan jaringan beserta peralatannya ketika terjadi gangguan dan juga mencegah putusnya suplai daya listrik pada daerah yang tidak mengalami gangguan. Diharapkan ketika terjadi arus hubung singkat maka PMT yang terletak paling dekat dengan titik gangguan dapat bekerja pertama kali (Nursalim, 2019).</p>
    <p>Perhitungan <italic>setting</italic> koordinasi relepengaman merupakan perhitungan yang kompleks dengan mempertimbankan nilai arus ganguan dan waktu operasi r<italic>elay</italic>. Sangat mungkin untuk dilakukan perhitungan di suatu titik dimana terdapat rele pengaman OCRdan GFR. Akan tetapi jika jaringan listrik yang besar dan kompleks, untuk mengkoordinasi semua <italic>relay</italic> akan sangat sulit dilakukan dengan perhitungan manual. Untuk itu, <italic>software</italic> pendukung seperti <italic>Electric </italic><italic>Transien</italic><italic>t</italic><italic>And</italic><italic>Analysis Program</italic> (ETAP) 12.6 akan sangat membantu untuk menghitung nilai-nilai yang diinginkan. Berbagai fitur dalam <italic>software</italic> ETAP dapat digunakan sehingga secara lebih efisien mengurangi adanya kesalahan dan dapat lebih mudah dalam menyelesaikan masalah koordinasi rele pengaman pada sistem kelistrikan (Bariq, 2016). Struktur jurnal terdari dari pendahuluan, OCR dan GFR, metode analisi, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan</p>
    <list>
      <list-item>
        <p>PENDAHULUAN</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>TINJAUAN PUSTAKA</p>
      </list-item>
    </list>
    <p>Relay arus lebih atau <italic>Over Current Relay </italic>(OCR) adalah rele pengaman yang berkerja terhadap  adanya gangguan hubung singkat 3 fasa. Sedangkan rele pengaman untuk gangguan hubung singkat 1 fasa ke  tanah digunakan <italic>relay </italic>arus gangguan tanah atau <italic>Ground Fault Relay </italic>(GFR). Prinsip kerja GFR sama dengan OCR yaitu sama-sama mendeteksi adanya arus lebih ketika terjadi gangguan hubung singkat. </p>
    <p>OCR dan GFR dipasang sebagai alat proteksi yang diletakkan pada sisi primer dan sisi sekunder transformartor daya. Gangguan akan di deteksi oleh <italic>Current </italic><italic>Transfar</italic><italic>mer</italic>(CT), yang kemudian akan di-<italic>compare</italic> dan di-<italic>calculate </italic>oleh rele. Ketika arus yang mengalir melebihi nilai arus setting  rele, maka rele akan mengirim sinyal ke <italic>Circuit Breaker</italic> (CB) sebagai PMT untuk bekerja (Rosyadi, 2017).</p>
    <p>Relay harus mampu melakukan <italic>tripping</italic> secara tepat sesuai daerah gangguan agar dapat meminilalisir kerusakan peralatan kelistrikan. Koordinasi rele dimulai dari rele pada beban paling akhir atau bawah, dan menuju ke atas atau sumber tenaga listrik (generator dan<italic> utility</italic>). Untuk rele pengaman utama dengan rele pengaman cadangan (<italic>backup</italic>) tidak boleh beroperasi secara bersamaan. Ketika <italic>relay</italic> utama gagal trip maka <italic>relay</italic> cadangan yang akan bekerja Semakin jauh letakrele arus lebih dari pembangkit, <italic>setting</italic> waktu dan arus harus lebih kecil dan lebih cepat dari pada <italic>setting</italic> rele di belakangnya agar terkoordinasi dengan baik dan saat terjadi gangguan rele terjauh dengan arus hubung singkat terbesar yang akan bekerja terlebih dahulu.</p>
    <p><italic>Setting</italic> OCR pada sisi primer dan sisi sekunder transformer menggunakan nilai <italic>setting</italic> arus. <italic>Setting</italic> pickup ini membatasi nilai arus beban maksimum. Dimana batas setting yaitu: (Pinastika, 2017)</p>
    <p>(1)</p>
    <p>Menentukan nilai <italic>setting</italic> arus dengan menggunakan TAP digunakan persamaan berikut:</p>
    <p>                          (2)</p>
    <p>Keterangan :</p>
    <p>Iset: Arus <italic>setting pick</italic><italic>up</italic> (A)</p>
    <p>FLA: <italic>Full Load Ampere</italic> (A)</p>
    <p>CT <italic>Primary </italic>: Arus primer CT (A)</p>
    <p>Sedangkan <italic>s</italic><italic>etting time dial</italic> untuk menentukan waktu operasi OCR dari karakteristik kurva standar <italic>invers</italic> digunakan persamaan:</p>
    <p>                   (3)</p>
    <p>Keterangan :</p>
    <p>td= waktu operasi (<italic>second</italic>)</p>
    <p>T= <italic>time dial</italic></p>
    <p>I= nilai arus (<italic>Ampere</italic>)</p>
    <p>Iset= arus <italic>pick up</italic> (<italic>Ampere</italic>)</p>
    <p>k= 0,14 (koefisien invers 1) </p>
    <p>α= 0,02 (koefisien invers 2) </p>
    <p>β= 2,970 (koefisien invers 3) </p>
    <p>Batas <italic>setting</italic> rele arus lebih kondisi <italic>instantaneous pickup</italic> digunakan arus hubung singkat minimum 3 fasa, yaitu :</p>
    <p>(4)</p>
    <p>Untuk menentukan nilai TAP, <italic>time d</italic><italic>ial</italic>, <italic>instantaneous </italic><italic>time, </italic>dan <italic>time delay</italic> yang akan di setting pada OCR sisi primer 6,3 kV dan sisi sekunder 400 V transformator daya diambil nilai arus hubung singkat 3 fasa.</p>
    <list>
      <list-item>
        <p><italic>Setting Over Current Relay</italic> (OCR)</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p><italic>Setting Ground Fault Relay</italic> (GFR)</p>
      </list-item>
    </list>
    <p>GFR mendeteksi adanya gangguan arus lebih yang mengalir ke tanah. Setting koordinasi GFR pada sisi primer dan sisi sekunder transformer daya hanya dilakukan perhitungan <italic>time over current</italic> <italic>pickup</italic> dan waktu operasi (<italic>time delay</italic>) pada persamaan dibawah ini: </p>
    <p>(5)</p>
    <p>Keterangan :</p>
    <p> = Arus hubung singkat 1 fasa ke tanah</p>
    <p>Menentukan nilai TAP dan <italic>time delay</italic> yang akan di <italic>setting</italic> pada GFR sisi primer 6,3 kV dan sisi sekunder 400 V transformer diambil arus hubung singkat 1 fasa ke tanah.</p>
    <p>III. METODE PENELITIAN</p>
    <p>Penelitian ini dilaksanakan di PLTU, PT. Rekind Daya Mamuju, letaknya di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, dengan waktu penelitian mulai bulan Maret sampai Juni 2021.</p>
    <p>Adapun alur analisis pada penelitian ini adalah :</p>
    <list>
      <list-item>
        <p><italic>Single Line Diagram</italic> PLTU Mamuju 2×25 MW. </p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Data peralatan sistem proteksi PLTU Mamuju. </p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Data <italic>setting</italic> <italic>Circuit Breaker</italic> dan rele Pengaman.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Data sistem koordinasi rele pengaman (OCR dan GFR). </p>
      </list-item>
    </list>
    <p>Koordinasi rele pengaman dapat dilihat dari <italic>Time</italic> <italic>Current </italic><italic>Curva</italic> (TCC). Kurva tiap-tiap rele tidak boleh saling bersinggungan atau memotong. Interval waktu antara rele utama dengan rele <italic>back up</italic> tidak boleh terlalu lama </p>
    <p>Berdasarkan standar IEEE 242, yaitu :</p>
    <p>Waktu buka CB: 0,06 – 0,1 detik</p>
    <p><italic>Relay </italic><italic>o</italic><italic>vertravel</italic>: 0,1 detik</p>
    <p>Toleransi <italic>relay</italic>: 0,12 – 0,22 detik</p>
    <p>Untuk <italic>relay</italic> digital berbasis microprosesor <italic>o</italic><italic>vertravel</italic>dari rele dapat diabaikan. Sehingga total <italic>time delay</italic> yang di butukan adalah 0,2 – 0,4 detik (Pinastika, 2017)</p>
    <list>
      <list-item>
        <p>Koordinasi Berdasarkan Arus dan Waktu</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Langkah Penggunaan ETAP 12.6</p>
      </list-item>
    </list>
    <p>Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam menggunakan ETAP 12.6 untuk simulasi <italic>Star Protective Relay Coordination</italic>yaitu : (Mauliditha, 2016)</p>
    <list>
      <list-item>
        <p>Menggambar <italic>Single Line Diagram</italic>dan memasukkan data parameter peralatan yang dibutukan untuk simulasi.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Melakukun simulasi <italic>load flow</italic> untuk <italic>setting</italic> <italic>rating ampere</italic> dalam menentukan <italic>trip device</italic> pada CB.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Melakukan simulasi <italic>Short Circuit Analysis</italic>untuk perhitungan <italic>time dial</italic> dan <italic>instantaneous pickup</italic>pada rele arus lebih. OCR untuk hubung singkat 3 fasa dan GFR untuk hubung singkat 1 fasa ke tanah.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Simulasi <italic>fault insertion</italic> pada <italic>mode toolbar</italic> <italic>star protective relay coordination</italic>untuk mengetahui hasil <italic>setting</italic> koordinasi rele pengaman (OCR dan GFR) pada program ETAP 12.6.</p>
      </list-item>
    </list>
    <p>Adapun dalam pelaksanaan penelitian ini mengacu pada <italic>flowchart</italic> yang ditujukan pada Gambar 1.</p>
    <p> [figure 1 about here.]</p>
    <p>IV. HASIL DAN PEMBAHASAN</p>
    <p>Besaran arus hubung singkat yang diperoleh dari simulasi digunakan untuk menentukan nilai <italic>setting</italic> koordinasi OCR. Pada perhitungan ini arus hubung singkat maksimum adalah hubung singkat 3 fasa dan arus hubung singkat minimum adalah hubung singkat 2 fasa. </p>
    <p>[Tabel 1 about here.]</p>
    <p>Sedangkan besaran arus hubung singkat 1 fasa ke tanah yang diperoleh dari simulasi digunakan untuk menentukan nilai <italic>setting</italic> koordinasi GFR. </p>
    <p>[Tabel 2 about here.]</p>
    <p>Setelah data arus hubung singkat diperoleh, hasil perhitungan <italic>setting</italic> arus dan <italic>setting</italic> waktu koordinasi OCR dan GFR dapat dilihat pada tabel 4 dan 5.</p>
    <p>[Tabel 3 about here.]</p>
    <p>Berdasarkan hasil perhitungan ETAP 12.6, koordinasi rele pengaman OCR dengan rele model Alstom tipe Micom P123 kurva IEC-<italic>Standard Inverse</italic> pada unit I bus 5 <italic>relay</italic> 7 rasio CT 2.500/5 dengan nilai Tap 0,45 s <italic>time dial</italic> 0,3 s dan <italic>instantaneous</italic> 0,6 s. <italic>Relay</italic> 5 rasio CT 600/5 dengan nilai Tap 0,25 s <italic>time dial</italic> 0,6 s dan <italic>instantaneous</italic> 0,55 s. <italic>Relay</italic> 18 rasio CT 1.250/5 dengan nilai Tap 0,84 s <italic>time dial</italic> 0,9 s dan <italic>instantaneous</italic> 0,85 s. Pada unit II nilai <italic>setting</italic> koordinasinya sama dengan unit I.</p>
    <p>[Tabel 4 about here.]</p>
    <p>Berdasarkan hasil perhitungan ETAP 12.6, koordinasi rele pengaman GFR dengan kurva IEC-<italic>Definite Time</italic> pada unit I bus 5 <italic>relay</italic> 7 dengan nilai Tap 0,4 s <italic>instant</italic> 0,4 s dan <italic>time delay</italic> 0,1 s. <italic>Relay</italic> 5 nilai Tap 0,2 s <italic>instant</italic> 0,2 s dan <italic>td</italic> 0,4 s. Unit II bus 8 <italic>relay</italic> 12 dengan nilai Tap 0,4 s <italic>instant</italic> 0,4 s dan <italic>td</italic> 0,1 s. <italic>Relay</italic> 10 nilai Tap 0,2 s <italic>instant</italic> 0,2 s dan <italic>time delay</italic> 0,4 s. </p>
    <p>Hasil dari simulasi koordinasi rele proteksi diperoleh urutan kerja dan waktu operasi sebagai berikut:</p>
    <p>[Tabel 5 about here.]</p>
    <p>Urutan kerja dan waktu operasi OCR saat terjadi gangguan unit I Bus 5 pertama CB 13 <italic>trip time</italic> 0,06 s dengan arus gangguan 34,269 kA <italic>condition phase</italic>, kedua <italic>relay</italic> 7 <italic>trip</italic> <italic>time</italic> 0,2 s If 34,024 kA <italic>condition phase-OC</italic>, CB 11 <italic>trip</italic> <italic>time</italic> 0,3 s, <italic>relay</italic> 5 <italic>trip</italic> <italic>time</italic> 0,5 s If 2,214 kA <italic>condition phase-OC</italic>, CB 9 0,6 s, dan terakhir <italic>relay</italic> 18 <italic>trip</italic> <italic>time</italic> 0,8 s If 1,082 kA <italic>condition phase-OC</italic>, CB 8 <italic>time</italic> 0,9 s. Pada unit II urutan kerja dan waktu operasinya sama dengan unit I.</p>
    <p>[Tabel 6 about here.]</p>
    <p>Urutan kerja dan waktu operasi GFR saat terjadi gangguan  unit I Bus 5 CB 13 pertama mendeteksi gangguan trip pada 0,06 s dengan If 35,603 kA <italic>condition phase</italic>, kemudian <italic>relay</italic> 7 <italic>trip</italic> <italic>time</italic> 0,1 s If 35,448 kA <italic>condition ground-OC</italic>, CB 11 <italic>time</italic> 0,2 s <italic>tripped by relay </italic>7<italic> ground-OC</italic>. Pada unit II urutan kerja dan waktu operasinya sama dengan unit I.</p>
    <p> [figure 2 about here.]</p>
    <p> [figure 3 about here.]</p>
    <p>Dari gambar 2 dan 3 menunjukkan hasil simulasi koordinasi OCR saat gangguan diberikan pada Bus 5 dan Bus 8 sudah sesuai dengan nilai <italic>setting</italic> dengan urutan kerja <italic>relay</italic>. Mulai dari <italic>relay</italic> paling dekat gangguan dengan nilai arus hubung singkat paling tinggi sampai <italic>rela</italic><italic>y</italic> paling jauh dengan arus hubung singkat sangat kecil. </p>
    <p> [figure 4 about here.]</p>
    <p>Dari gambar 4 menunjukkan hasil simulasi koordinasi GFR saat gangguan diberikan pada Bus 5 dan Bus 8 sudah sesuai dengan nilai <italic>setting</italic> dengan urutan kerja <italic>relay</italic>. GFR mendeteksi hubung singkat 1 fasa ke tanah maka hanya <italic>relay</italic> sisi sekunder <italic>tra</italic><italic>s</italic><italic>fo</italic><italic>rmator</italic> yang bekerja.</p>
    <p> [figure 5 about here.]</p>
    <p> [figure 6 about here.]</p>
    <p>Dari gambar 5 dan 6 menunjukkan kurva <italic>Standard Inverse</italic> koordinasi OCR saat gangguan diberikan pada Bus 5 dan Bus 8 tidak ada rele yang saling mendahului atau tumpang tindih dengan <italic>gra</italic><italic>ding time</italic> 0,3 detik. Waktu operasi <italic>relay</italic> sekunder 0,2 detik <italic>relay</italic> primer 0,5 detik dan <italic>relay</italic> antara unit I dan Unit II 0,8 detik. </p>
    <p>[figure 7 about here.]</p>
    <p> [figure 8 about here.]</p>
    <p>Gambar 7 dan 8 menunjukkan kurva <italic>Definite Time</italic> koordinasi GFR saat gangguan diberikan pada Bus 5 dan Bus 8 hanya LVCB yang mendeteksi adanya gangguan 1 fasa ke tanah kemudian mengirim sinyal ke GFR untuk <italic>trip</italic> pada 0,1 detik.</p>
    <list>
      <list-item>
        <p>Data Arus Hubung Singkat </p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Hasil <italic>Setting</italic> Koordinasi Rele Pengaman</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Urutan Kerja dan Waktu Operasi Rele Pengaman</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Tampilan <italic>Protective Device Coordination </italic> dari Hasil Simulasi ETAP 12.6</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Tampilan Kurva <italic>Time Current </italic><italic>Characteristic </italic>(TCC)</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Hasil Perhitungan Manual <italic>Setting</italic> Rele Pengaman</p>
      </list-item>
    </list>
    <p>
      <bold>Relay 7</bold>
    </p>
    <p>       Type: MICOM P123</p>
    <p>Bentuk Kurva: IEC - <italic>Standard Inverse</italic></p>
    <p>       Rasio CT: 2500/5 </p>
    <p>       Isc Min Bus 5: 29.695 A</p>
    <p>       Isc Max Bus 5: 34.269 A</p>
    <p>
      <italic>Time Overcurrent Pickup</italic>
    </p>
    <p>      Dipilih Iset = 1.125 A</p>
    <p>
      <italic>Time Dial</italic>
    </p>
    <p>Dipilih waktu operasi, td = 0,2 s</p>
    <p><italic>,</italic> (<italic>Range</italic>  T = 0,025 – 1,5 dengan <italic>step</italic> 0,025)</p>
    <p>
      <italic>Instantanoes</italic>
      <italic> Pickup</italic>
    </p>
    <p>Dipilih Iset = 1.500 A</p>
    <p>(<italic>Range</italic> : 0,5 – 40 x CT sec, <italic>step</italic> 0,01)</p>
    <p>
      <italic>Time Delay</italic>
    </p>
    <p>Dipilih <italic>time delay</italic> = 0,2 s</p>
    <p>
      <bold>Relay 5</bold>
    </p>
    <p>Type: MICOM P123</p>
    <p>Bentuk Kurva: IEC - <italic>Standard Inverse</italic></p>
    <p>Rasio CT: 600/5 </p>
    <p>FLA Primer: 146,6 A</p>
    <p>Isc Min Bus 3: 18.241 A</p>
    <p>Isc Max Bus 5: 34.269 A</p>
    <p>Isc Max Bus 5</p>
    <p>Konversi 6,3 kV : 2.214 A</p>
    <p>
      <italic>Time Overcurrent Pickup</italic>
    </p>
    <p>Dipilih Iset = 150 A</p>
    <p>(<italic>Range</italic> : 0,1 – 25 x CT sec, <italic>step</italic> 0,01)</p>
    <p>
      <italic>Time Dial</italic>
    </p>
    <p>Dipilih waktu operasi, td = 0,5 s</p>
    <p><italic>, </italic>(<italic>Range</italic>  T = 0,025 – 1,5 dengan <italic>step</italic> 0,025)</p>
    <p>
      <italic>Instantanoes</italic>
      <italic> Pickup</italic>
    </p>
    <p>Dipilih Iset = 330 A</p>
    <p>
      <italic>Time Delay</italic>
    </p>
    <p>Dipilih <italic>time delay</italic> = 0,5 s</p>
    <p>
      <bold>Relay 18</bold>
    </p>
    <p>Type: MICOM P123</p>
    <p>Bentuk Kurva: IEC - <italic>Standard Inverse</italic></p>
    <p>Rasio CT: 1.250/5</p>
    <p>FLA UAT: 916,4 A</p>
    <p>Isc Max Bus 3: 20.939 A</p>
    <p>Isc Min Bus 3: 18.241 A</p>
    <p>Isc Min Bus 3 </p>
    <p>Konversi 6,3 kV : 1.082 A</p>
    <p>
      <italic>Time Overcurrent Pickup</italic>
    </p>
    <p>Dipilih Iset = 1.050 A</p>
    <p>(<italic>Range</italic> : 0,1 – 25 x CT sec, <italic>step</italic> 0,01)</p>
    <p>
      <italic>Time Dial</italic>
    </p>
    <p>Dipilih waktu operasi, td = 0,8 s</p>
    <p><italic>,</italic> (<italic>Range</italic>  T = 0,025 – 1,5 dengan <italic>step</italic> 0,025)</p>
    <p>
      <italic>Instantanoes</italic>
      <italic> Pickup</italic>
    </p>
    <p>Dipilih Iset = 1.063 A</p>
    <p>(<italic>Range</italic> : 0,5 – 40 x CT sec, <italic>step</italic> 0,01)</p>
    <p>
      <italic>Time Delay</italic>
    </p>
    <p>Dipilih <italic>time delay</italic> =  0,8 s</p>
    <list>
      <list-item>
        <p>Koordinasi OCR pada Bus 5 </p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Koordinasi GFR pada Bus 5 </p>
      </list-item>
    </list>
    <p>
      <bold>Relay 7</bold>
    </p>
    <p>Type: MICOM P123</p>
    <p>Bentuk Kurva: IEC – <italic>Definite Time</italic></p>
    <p>Rasio CT: 2500/5 </p>
    <p>Isc L-G: 35.603 A</p>
    <p>
      <italic>Time Overcurrent Pickup</italic>
    </p>
    <p>Dipilih Iset = 1.000 A</p>
    <p>(<italic>Range</italic> : 0,002 – 1 x CT sec, <italic>step</italic> 0,001)</p>
    <p>
      <italic>Time Delay</italic>
    </p>
    <p>Dipilih <italic>time delay</italic> = 0,1 s</p>
    <p>
      <bold>Relay 5</bold>
    </p>
    <p>Type: MICOM P123</p>
    <p>Bentuk Kurva: IEC – <italic>Definite Time</italic></p>
    <p>Rasio CT: 600/5 </p>
    <p>Isc L-G: 1.328 A</p>
    <p>
      <italic>Time Overcurrent Pickup</italic>
    </p>
    <p>Dipilih Iset = 120 A</p>
    <p>
      <italic>Time Delay</italic>
    </p>
    <p>Dipilih <italic>time delay</italic> = 0,4 s</p>
    <p>Untuk <italic>relay</italic> yang ada pada Bus 8 menggunakan perhitungan <italic>setting</italic> koordinasi yang sama dengan <italic>relay</italic> pada Bus 5 tergantung letak <italic>relay</italic> masing-masing.</p>
    <p>V. KESIMPULAN</p>
    <p>Berdasarkan hasil simulasi program ETAP 12.6 dapat diambil kesimpulan bahwa :</p>
    <list>
      <list-item>
        <p>Penelitian menunjukkan bahwa pada kurva <italic>invers time</italic> OCR sisi sekunder transformator0,4 kV di-<italic>setting</italic> dengan arus 1.125 A dengan waktu <italic>pickup</italic> sebesar 0,45 s, <italic>relay</italic> sisi primer transformator6,3 kV arus 150 A  <italic>pickup</italic> 0,25 s dan <italic>relay</italic> yang terhubung antara unit I dan unit II dengan arus 1.050 A <italic>pickup</italic> pada 0,84 s. Nilai  <italic>seting</italic> GFR untuk kurva <italic>definite time</italic> sisi sekunder arus 1.000 A  <italic>pickup</italic> 0,4 s, dan <italic>relay</italic> pada sisi primer arus 120 A <italic>pickup</italic> 0,2 s. Koordinasi rele pengaman PLTU Mamuju unit I dan Unit II sudah bekerja dengan baik dengan nilai hasil plot kurva tidak ada yang <italic>overlapping </italic>ataupun <italic>miss-coordination</italic> satu sama lain.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Urutan kerja dan waktu operasi rele pengaman saat terjadi gangguan sudah sesuai urutan dari hasil simuasi dengan nilai <italic>setting</italic> yang telah dikoordinasikan. Interval waktu kerja rele untuk memutus gangguan GFR 0,1 s, OCR 0,1 s, CB 0,1 s,jadi total <italic>granding</italic><italic> time</italic> yang digunakan untuk koordinasi rele pengaman sebesar 0,3 s. Bekerja mulai dari <italic>relay</italic> utama yang paling dekat dengan gangguan menuju <italic>relay</italic> cadangan sesuai daerah koordinasi rele pengaman.</p>
      </list-item>
    </list>
    <p>REFERENSI</p>
    <p>Institut Teknologi Nasional Malang. From <ext-link>https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004</ext-link>.</p>
    <p>php/jme/article/view/1884/1465.</p>
    <p>Sepuluh Nopember. <ext-link>https://repository.its.ac.id/41360</ext-link>.</p>
    <list>
      <list-item>
        <p>Bariq, J.F. (2016). <italic>Analisis Perencanaan Koordinasi Sistem Proteksi Relay Arus Lebih Pada jaringan Distribusi Tenaga Listrik di Pusdiklat Migas Cepu. </italic>Sukoharjo: Universitas Muhammadiyah Surakarta. From <ext-link>http://eprints.ums.ac.id/45321/1/Naskah%20Publikasi.pdf</ext-link>.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Mauliditha, R. (2016). <italic>Simulasi</italic><italic> Load Flow Analysis Pada </italic><italic>Sistem</italic><italic>Jaringan</italic><italic>Distribusi</italic><italic>Tegangan</italic><italic>Menengah</italic><italic> 20 kV </italic><italic>Melalui</italic><italic> 2 </italic><italic>Penyulang</italic><italic>Berbasis</italic><italic> Software ETAP 12.6</italic>. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta. From <ext-link>http://repository.unj.ac.id/21669</ext-link>.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Noor, R.H.M. (2017). <italic>Analisis Koordinasi Over Current Relay untuk Gangguan Phasa dan Tanah di PT.KPC (Kaltim Prima Coal)</italic>. In <italic>Dk</italic> (Vol. 53, Issue 9). Malang: </p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Nursalim, Sampeallo, A.S., &amp; Willi, A.P.L. (2019). <italic>Analisis Koordinasi dan Setting Over Current Relay (OCR) Pada Pemakaian Daya Sendiri PLTU SMS Energy Menggunakan Software ETAP 12.6. </italic>Kupang: Universitas Nusa Cendana.  From <ext-link>https://ejurnal.undana.ac.id/index</ext-link>.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Patoding, H.E., &amp; Sau, M. 2019. <italic>Energi dan Operasi Tenaga Listrik dengan Aplikasi ETAP</italic>. Yogyakarta: Deepublish, 91-100.</p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Pinastika, S.H. (2017). <italic>Analisis dan Evaluasi Sistem Koordinasi Proteksi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton 1 dan 2. </italic>Surabaya: Institut Teknologi </p>
      </list-item>
      <list-item>
        <p>Rosyadi, M.I. (2017). <italic>Analisis Koordinasi Proteksi dengan Mempertimbangkan Arc Flash pada PT. Vico Indonesia, kalimantan Timur</italic>. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember. From <ext-link>https://repository.its.ac.id/43737</ext-link></p>
      </list-item>
    </list>
    <p>*Corespondent e-mail address <ext-link>fatmaelektro@gmail.com</ext-link></p>
    <p>Peer reviewed under reponsibility of University of Makassar, Indonesia</p>
    <p>© 2023 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, All right reserved, This is an open access article under the CC BY license(http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)</p>
    <p>Received: 2022-07-17</p>
    <p>Accepted: 2022-07-18</p>
    <p>Published: 2023-04-22</p>
    <p>
      <bold>DAFTAR TABEL</bold>
    </p>
    <p>Tabel 1. Data Arus Hubung Singkat Maksimum dan Minimum………101</p>
    <p>Tabel 2. Data Arus Hubung Singkat 1 Fasa ke Tanah.…………101</p>
    <p>Tabel 3. Data <italic>Setting</italic> Rele Arus Lebih.…………101</p>
    <p>Tabel 4. Data Arus Hubung Singkat Maksimum dan Minimum.…………101</p>
    <p>Tabel 5. Data Arus Hubung Singkat Maksimum dan Minimum.…………102</p>
    <p>Tabel 6. Data Arus Hubung Singkat Maksimum dan Minimum.…………102</p>
    <p>Tabel 1. Data Arus Hubung Singkat Maksimum dan Minimum</p>
    <table-wrap>
      <table>
        <tr>
          <td>
            <bold>Bus</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>T      </bold>
            <bold>T</bold>
            <bold>egangan</bold>
            <bold>(kV)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>Isc</bold>
            <bold> Max (kA)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>Isc</bold>
            <bold> Min (kA)</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 1</td>
          <td>     10,5</td>
          <td>        15,064</td>
          <td>       13,297</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 2</td>
          <td>    10,5</td>
          <td>        15,064</td>
          <td>       13,297</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 3</td>
          <td>     6,3</td>
          <td>        20,939</td>
          <td>       18,241</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 4</td>
          <td>    6,3</td>
          <td>        20,939</td>
          <td>       18,241</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 5</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        34,269</td>
          <td>       29,695</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 6</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        34,269</td>
          <td>       29,695</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 7</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        34,319</td>
          <td>       29,739</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 8</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        34,319</td>
          <td>       29,739</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 9</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        21,828</td>
          <td>       18,924</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>  Bus 10</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        21,828</td>
          <td>       18,924</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>  Bus 11</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        15,130</td>
          <td>       13,367</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>  Bus 12</td>
          <td>    0,4</td>
          <td>        34,175</td>
          <td>       29,614</td>
        </tr>
      </table>
    </table-wrap>
    <p>Tabel 2. Data Arus Hubung Singkat 1 Fasa ke Tanah</p>
    <table-wrap>
      <table>
        <tr>
          <td>
            <bold>Bus</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>Tegangan</bold>
            <bold>(kV)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>Isc</bold>
            <bold> L-G (kA)</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 1</td>
          <td>      10,5</td>
          <td>        18,367</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 2</td>
          <td>     10,5</td>
          <td>        18,367</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 3</td>
          <td>      6,3</td>
          <td>        22,031</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 4</td>
          <td>     6,3</td>
          <td>        22,031</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 5</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        35,603</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 6</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        35,603</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 7</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        35,647</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 8</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        35,647</td>
        </tr>
        <tr>
          <td> Bus 9</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        22,318</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>  Bus 10</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        22,318</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>  Bus 11</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        18,229</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>  Bus 12</td>
          <td>     0,4</td>
          <td>        35,518</td>
        </tr>
      </table>
    </table-wrap>
    <p>Tabel 3. Data <italic>Setting</italic> Rele Arus Lebih</p>
    <table-wrap>
      <table>
        <tr>
          <td rowspan="3">
            <bold>       R</bold>
            <bold>elay</bold>
          </td>
          <td rowspan="3">
            <bold>        CT</bold>
            <bold>Rasio</bold>
          </td>
          <td colspan="6">
            <bold>
              <italic>Setting</italic>
            </bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td rowspan="2">
            <bold>
              <italic>Curve</italic>
            </bold>
          </td>
          <td colspan="2">
            <bold>       T</bold>
            <bold>ap</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>
              <italic>Time</italic>
            </bold>
            <bold>
              <italic>Deal</italic>
            </bold>
          </td>
          <td>
            <bold>
              <italic>Instant</italic>
            </bold>
          </td>
          <td>
            <bold>
              <italic>T</italic>
            </bold>
            <bold>
              <italic>ime</italic>
            </bold>
            <bold>
              <italic>Delay</italic>
            </bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>
            <bold>Iset</bold>
            <bold>(A)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>(s)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>(s)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>(s)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>(s)</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td colspan="8">
            <bold>Gangguan</bold>
            <bold> Bus 5</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>     Relay 7</td>
          <td>2500/5</td>
          <td>IEC-SI</td>
          <td>        1.125</td>
          <td>0,45</td>
          <td>0,3</td>
          <td>0,6</td>
          <td>        0,2</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>     Relay 5</td>
          <td>600/5</td>
          <td>IEC-SI</td>
          <td>       150</td>
          <td>0,25</td>
          <td>0,6</td>
          <td>0,55</td>
          <td>        0,5</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>      Relay 18</td>
          <td>1250/5</td>
          <td>IEC-SI</td>
          <td>       1.050</td>
          <td>0,84</td>
          <td>0,9</td>
          <td>0,85</td>
          <td>        0,8</td>
        </tr>
        <tr>
          <td colspan="8">
            <bold>Gangguan</bold>
            <bold> Bus 8</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>      Relay 12</td>
          <td>2500/5</td>
          <td>IEC-SI</td>
          <td>        1.125</td>
          <td>0,45</td>
          <td>0,3</td>
          <td>0,6</td>
          <td>        0,2</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>      Relay 10</td>
          <td>600/5</td>
          <td>IEC-SI</td>
          <td>       150</td>
          <td>0,25</td>
          <td>0,6</td>
          <td>0,55</td>
          <td>        0,5</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>      Relay 18</td>
          <td>1250/5</td>
          <td>IEC-SI</td>
          <td>       1.050</td>
          <td>0,84</td>
          <td>0,9</td>
          <td>0,85</td>
          <td>        0,8</td>
        </tr>
      </table>
    </table-wrap>
    <p>Tabel 4. Data <italic>Setting</italic> Rele Gangguan Tanah</p>
    <table-wrap>
      <table>
        <tr>
          <td rowspan="3">
            <bold>       R</bold>
            <bold>elay</bold>
          </td>
          <td rowspan="3">
            <bold>        CT</bold>
            <bold>Rasio</bold>
          </td>
          <td colspan="5">
            <bold>
              <italic>Setting</italic>
            </bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td rowspan="2">
            <bold>
              <italic>Curve</italic>
            </bold>
          </td>
          <td colspan="2">
            <bold>       T</bold>
            <bold>ap</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>
              <italic>Instant</italic>
            </bold>
          </td>
          <td>
            <bold>
              <italic>       T</italic>
            </bold>
            <bold>
              <italic>ime</italic>
            </bold>
            <bold>
              <italic>Delay</italic>
            </bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>
            <bold>Iset</bold>
            <bold>(A)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>(s)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>(s)</bold>
          </td>
          <td>
            <bold>(s)</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td colspan="7">
            <bold>Gangguan</bold>
            <bold> Bus 5</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>     Relay 7</td>
          <td>2500/5</td>
          <td>       IEC-DT</td>
          <td>       1.000</td>
          <td>        0,4</td>
          <td>        0,4</td>
          <td>       0,1</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>     Relay 5</td>
          <td>600/5</td>
          <td>       IEC-DT</td>
          <td>        120</td>
          <td>        0,2</td>
          <td>        0,2</td>
          <td>       0,4</td>
        </tr>
        <tr>
          <td colspan="7">
            <bold>Gangguan</bold>
            <bold> Bus 8</bold>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>      Relay 12</td>
          <td>2500/5</td>
          <td>       IEC-DT</td>
          <td>       1.000</td>
          <td>        0,4</td>
          <td>        0,4</td>
          <td>       0,1</td>
        </tr>
        <tr>
          <td>      Relay 10</td>
          <td>600/5</td>
          <td>       IEC-DT</td>
          <td>        120</td>
          <td>        0,2</td>
          <td>        0,2</td>
          <td>       0,4</td>
        </tr>
      </table>
    </table-wrap>
    <p>Tabel 5. Data Urutan Kerja dan Waktu Operasi OCR</p>
    <table-wrap>
      <table>
        <tr>
          <td>       ID</td>
          <td>       Time (ms)</td>
          <td>        If (kA)</td>
          <td>        T1 (ms)</td>
          <td>
            <italic>Condition</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>    CB 13</td>
          <td>       60,0</td>
          <td>      34.269</td>
          <td>       20,0</td>
          <td>
            <italic>Phase</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>      Relay 7</td>
          <td>       200</td>
          <td>      34.024</td>
          <td>       200</td>
          <td>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>    CB 11</td>
          <td>       300</td>
          <td>       100</td>
          <td>
            <italic>Tripped by Relay 7</italic>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>       Relay 5</td>
          <td>       500</td>
          <td>       2.214</td>
          <td>       500</td>
          <td>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>   CB 9</td>
          <td>       600</td>
          <td>       100</td>
          <td>
            <italic>Tripped by Relay 5 Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>        Relay 18</td>
          <td>       800</td>
          <td>      1.082</td>
          <td>        800</td>
          <td>
            <italic>P</italic>
            <italic>       P</italic>
            <italic>hase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>   CB 8</td>
          <td>       900</td>
          <td>        100</td>
          <td>
            <italic>Tripped by Relay 18 </italic>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
      </table>
    </table-wrap>
    <p>Tabel 6. Data Urutan Kerja dan Waktu Operasi GFR </p>
    <table-wrap>
      <table>
        <tr>
          <td>       ID</td>
          <td>       Time (ms)</td>
          <td>       If (kA)</td>
          <td>       T1 (ms)</td>
          <td>
            <italic>Condition</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>     CB 13</td>
          <td>       60,0</td>
          <td>       35.603</td>
          <td>        20,0</td>
          <td>
            <italic>Phase</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>       Relay 7</td>
          <td>       100</td>
          <td>       35.448</td>
          <td>        100</td>
          <td>
            <italic>Ground-Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>       Relay 7</td>
          <td>       200</td>
          <td>       35.381</td>
          <td>        200</td>
          <td>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>     CB 11</td>
          <td>       200</td>
          <td>       100</td>
          <td>
            <italic>Tripped by Relay 7 </italic>
            <italic>Ground - Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>     CB 11</td>
          <td>       300</td>
          <td>       100</td>
          <td>
            <italic>Tripped by Relay 7 </italic>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>       Relay 5</td>
          <td>       500</td>
          <td>        1.328</td>
          <td>       500</td>
          <td>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
        <tr>
          <td>    CB 9</td>
          <td>       600</td>
          <td>       100</td>
          <td>
            <italic>Tripped by Relay 5 </italic>
            <italic>Phase- Over Current</italic>
          </td>
        </tr>
      </table>
    </table-wrap>
    <p>
      <bold>DAFTAR GAMBAR</bold>
    </p>
    <p>Figure 1 <italic>Flowc</italic><italic>hart</italic>Penelitian104</p>
    <p>Figure 2 Koordinasi OCR pada Bus 5.104</p>
    <p>Figure 3 Koordinasi OCR pada Bus 8105</p>
    <p>Figure 4 (a) Koordinasi GFR Bus 5 (b) Koordinasi GFR Bus 8.105</p>
    <p>Figure 5 Kurva OCR Gangguan Bus 5.105</p>
    <p>Figure 6 Kurva OCR Gangguan Bus 8106</p>
    <p>Figure 7 Kurva GFR Gangguan Bus 5.106</p>
    <p>Figure 8 Kurva GFR Gangguan Bus 8...106</p>
    <p>Figure 1. <italic>Flowc</italic><italic>hart</italic>Penelitian</p>
    <p>Figure 2. Koordinasi OCR pada Bus 5</p>
    <p>Figure 3. Koordinasi OCR pada Bus 8</p>
    <p>(a)                                         (b)</p>
    <p>Figure 4. (a) Koordinasi GFR Bus 5 (b) Koordinasi GFR Bus 8</p>
    <p>Figure 5. Kurva OCR Gangguan Bus 5</p>
    <p>Figure 6. Kurva OCR Gangguan Bus 8 </p>
    <p>Figure 7. Kurva GFR Gangguan Bus 5</p>
    <p>Figure 8. Kurva GFR Gangguan Bus 8</p>
  </body>
  <back/>
</article>
